Masjid Terapung di Sumbar Resmi Dibuka

Masjid Terapung Pantai Carocok (foto: Jurnal Sumbar)

MTN, Jakarta – Masjid terapung di Sumatera Barat yang bernama Masjid Terapung Pantai Carocok baru saja diresmikan.

Dilansir dari Langgam, masjid terapung yang bernama Masjid Terapung Pantai Carocok baru saja (5/2) diresmikan oleh Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni.

Masjid yang dibangun dengan dana sebesar Rp27,5 miliar tersebut berlokasi di Pantai Cerocok, Painan, Iv Jurai, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat.

“Masjid Samudera Ilahi sebagai rumah ibadah kaum muslimin di Pantai Carocok Painan, sekaligus sebagai pusat syiar agama Islam di Kabupaten Pesisir Selatan,” kata Hendrajoni.

Usai diresmikan, langsung digelar salat Jumat perdana di masjid tersebut dengan khatib Rektor UIN Imam Bonjol Padang, Eka Putra Wirman.

Eka Putra Wirman berharap, kehadiran masjid ini sekaligus bisa menjadi landmark Kabupaten Pesisir Selatan sebagai destinasi wisata terkemuka yang bernuansa religi, khususnya di Sumbar dan Indonesia pada umumnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Pesisir Selatan, Syahriwan mengatakan, memastikan pembangunan masjid terapung sudah selesai 100 persen.

Syahriwan menjelaskan, masjid ini dibangun di atas lahan seluas 1.795 meter persegi. Fasilitas yang dimiliki antara lain, tempat salat dengan kapasitas 300 orang jemaah, selasar, dua menara setinggi 32 meter dan taman.

Tonton video liputan Masjid Terapung Pantai Carocok oleh saluran YouTube, Kaliliang Pasisia, di bawah ini.

Masjid Shenzhen, Masjid Berteknologi Canggih di China

Masjid Shenzhen (foto: tripadvisor.com)

MTN, Jakarta – China memiliki sebuah masjid yang dilengkapi dengan berbagai teknologi canggih. Seperti apa?

Dilansir dari Kompas, masjid canggih tersebut bernama Masjid Shenzhen, yang berlokasi di distrik Futian, kota Shenzen, provinsi Guangdong, China.

1998 adalah tahun berdirinya Masjid Shenzhen, dan saat ini sudah ada delapan masjid yang berdiri di kota Shenzhen.

Masjid ini memiliki teknologi panel surya untuk menghasilkan tenaga listrik dan menghangatkan air.

bagian dalam Masjid Shenzhen (foto: inspirock.com)

Ada empat lantai yang dimiliki oleh Masjid Shenzhen, yang mampu menampung 10.000 orang jamaah.

Masjid ini memasang kode matrix di atas kotak amalnya. Ada kotak amal yang bisa diisi seperti kotak pada umumnya, tetapi juga bisa diisi dengan memindai kode barcode di atasnya. Nantinya infaq dan shodaqoh akan langsung terpotong dari akun jamaah dan otomatis masuk ke rekening masjid.

Tonton video feature tentang Masjid Shenzhen oleh Kompas dari tahun 2019 tersebut di bawah ini.

Rekomendasi Tempat Kuliner Halal di Perbatasan RI – Timor Leste

MTN, Jakarta – Ada agenda dalam waktu dekat ke Timor Leste dan ingin tahu tempat kuliner halal apa saja yang tersedia di sana?

Dilansir dari Detik, Malaka, kabupaten yang baru berusia tujuh tahun di perbatasan RI dan Timor Leste, juga memiliki beberapa tempat kuliner halal.

Berikut adalah beberapa tempat kuliner halal di wilayah Malaka. Silahkan dicek:

Warung makan Srisolo

Warung makan Srisolo ada di ibu kota Malaka, Betun. Tepatnya, di jalan raya Ahmad. Yani.

Warung Srisolo menawarkan menu beragam yang gampang dijumpai di Jawa. Di antaranya ayam atau ikan lalapan, nasi campur (berupa nasi rames), soto ayam, gado-gado, dan bakso.

“Di sini spesialnya sambalnya. Sambal tidak terlalu pedas dan kaya rempah. Sejauh ini cocok dengan pribumi ataupun pendatang,” ujar Julianto Putra, pemilik warung makan Srisolo, yang berasal dari Sukoharjo.

Menurut Julianto mengatakan kalau harga makanan di Srisolo cukup terjangkau, kisarannya antara Rp14 ribu hingga Rp35 ribu. Sebagai gambaran, harga gado-gado satu porsi Rp15 ribu, nasi campur rendang Rp20 ribu, begitu pula dengan harga semangkok soto dibanderol Rp20 ribu, sedangkan ayam goreng lalapan Rp25 ribu, dan ayam goreng kampung Rp35 ribu.

Warung lalapan Matador

Warung makan Matador merupakan warung makan kaki lima yang berada di Betun. Lokasinya tepat berada di emperan toko ban Matador.

Warung Matador menyediakan menu ikan dan ayam lalapan. Jam buka warung ini menyesuaikan dengan toko tutup, mulai sore hari.

Pemilik warung makan ini, Japar, juga pendatang. Pria asal Malang itu membuka warung makan Matador dalam waktu enam tahun terakhir.

Wisatawan muslim bisa merasakan makan dengan lesehan. Harga makanan di sini cukup bervariasi antara Rp20 ribu hingga Rp50 ribu.

Warung Makan Sederhana

Warung Makan Sederhana tidak jauh dari Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motamasin, Malaka. pemiliknya, Manto, juga pendatang. Dia asli Klaten dan delapan tahun tinggal di Malaka.

Menu yang disediakan di warung makan ini cukup bervariasi. Manto, mengatakan kalau rendang dan rawon yang menjadi favorit pelanggan.

Selain hidangan nasi dan lauk-pauk, Warung Makan Sederhana di perbatasan Malaka ini menyediakan berbagai macam gorengan. Juga mi instan rebus atau goreng.

Inilah Empat Objek Wisata Halal yang sedang Ramai di Indonesia

ilustrasi (gambar: bizlaw.id)

MTN, Jakarta – Beberapa objek wisata kini sudah dibuka (dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat). Berikut adalah empat objek wisata halal yang sedang ramai diperbincangkan di Indonesia. Anda pun direkomendasikan untuk mengunjunginya.

Dilansir dari situs Direktori Wisata, berikut adalah empat destinasi wisata Indonesia berbasis syariah yang bisa kita kunjungi untuk mengisi liburan bersama keluarga dan kerabat.

Sumtera Barat (foto: Madani News)

Sumatera Barat

Provinsi Sumatera Barat terkenal dengan suguhan kuliner halalnya hingga mancanegara, seperti rendang, dan juga beberapa destinasi wisata halal yang menyajikan keindahan panorama alam. Selain itu sejak dulu kawasan ini memiliki tingkat kunjungan wisatawan yang cukup tinggi.

Tempat wisata di Sumatera Barat memiliki keunikan dan ciri khas, juga keramahan masyarakat lokalnya kepada setiap pengunjung. Wisatawan bisa mencoba dengan memilih dari 16 destinasi wisata Riau yang sedang trend di kalangan para wisatawan lokal dan mancangera.

Lombok (foto: Liputan Aceh)

Lombok

Bila Bali mendapatkan julukan Seribu Pura, maka Lombok dijuliki dengan Pulau Seribu Masjid. Di kota ini banyak ditemukan tempat bagi para wisatawan untuk mudah menunaikan sholat serta tempat penginapan yang menyediakan sarana ibadah.

Bahkan untuk setiap jenis makanan halal dengan harga murah pun tidak terlalu sulit untuk ditemukan di tempat wisata Lombok saat kita sedang berlibur di Pulau Lombok.

Dari wisata alam hingga budaya, cita rasa kuliner hingga beragam kesenian, dapat kita temukan dengan mudah di tempat-tempat wisata muslim di Lokmbok.

Salah satunya kita bisa mendatangi Desa Banyumulek yang dikenal sebagai sentral Kerjinan Gerbah di Pulau Lombok. Di desa wisata Lombok ini kita dapat mengenal lebih dekat pusat pembuatan gerbah, karena di sini warganya hampir semua sebagai pengrajin gerabah.

Aceh (foto: laduni.id)

Nanggroe Aceh Darussalam

Banyak potensi wisata Aceh yang menjadi salah satu tujuan wisata halal di Indonesia. Di tempat ini kita akan banyak menemukan sarana dan prasarana fasilitas bagi wisatawan muslim.

Di Kota Aceh kita dapat merasakan suasana religius sembari menikmati keindahan dan keanekaragaman kulinernya. Di Aceh hampir setiap lokasinya terdapat tempat ibadah serta makanan-makan yang telah dijamin kehalalannya oleh pemerintah.

Tidak hanya itu saja, kita juga bisa menikmati keindahan wisata pantai Aceh yang indah sangat luar biasa, salah satunya kita dapat mengunjung destinasi wisata di Pulau Weh, yang dikenal sebagai salah satu surga alam tersembunyi di ujung barat Indonesia.

Pulau Santen, Banyuwangi (foto: Banyuwangi Bagus)

Pulau Santen, Banyuwangi, Jawa Timur
Pulau Santen merupakan salah satu wisata baru yang menjadi handalan Banyuwangi yang berkonsep syariah. Tempat wisata syariah pulau Santen berlokasi di Karangrejo, Kecamatan Banyuwangi, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

Di tempat wisata Banyuwangi ini nilai-nilai ke-Islaman dijaga betul, salah satunya dengan memisahkan lokasi kunjungan bagi wisatawan perempuan dan kaum laki-laki. Dengan kondisi seperti itu para pengunjung dapat dengan santai menikmati keindahan pantai berhampar pasir, yang berlatarbelakang Selat Bali nan eksotis.

Di pantai ini juga disediakan beberapa fasilitas yang bisa dinikmati oleh pengunjung, seperti musholah, payung untuk berteduh di tepi pantai, hingga sarana serta fasilitas lainnya.

Sejarah Kaitan Masjid Jami Kaliyoso dengan Paku Buwono IV

Masjid Jami’ Kaliyoso Jogopaten

MTN, Jakarta – Masjid Jami Kaliyoso memiliki sejarah kaitan dengan Paku Buwono IV. Seperti apa?

Dilansir dari Detik, Masjid Jami’ Kaliyoso Jogopaten yang berada di Desa Kaliyoso, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen, merupakan sebuah masjid yang bersejarah karena masih ada hubungannya dengan Keraton Surakarta Hadiningrat.

Dikisahkan dahulu kala sekira tahun 1788 Masehi, Paku Buwono (PB) IV sedang berburu kijang bersama dengan beberapa pejabat keraton di sebuah hutan di selatan masjid atau dulu masih berbentuk surau.

Namun tiba-tiba PB IV menghilang tanpa bekas, hal tersebut membuat para pengikutnya merasa gusar. Berhari-hari pencarian terhadap PB IV tidak membuahkan hasil.

Sehingga pada suatu hari mereka bertemu dengan penduduk sekitar dan diberi tau bahwa di utara sungai ada seorang Kyai yang bisa dimintai pertolongan untuk menemukan PB IV yang hilang. Kyai tersebut bernama Kyai Abdul Jalal 1 atau Bagus Turmudi yang menyanggupi untuk membantu.

Namun bukan beliau yang akan mencari PB IV, melainkan tugas tersebut diserahkan kepada keponakannya, yaitu Bagus Murtojo atau Kyai Muhammad Qorib.

Akhirnya PB IV berhasil ditemukan dan dapat pulang kembali ke Keraton Surakarta. Sebagai rasa terima kasihnya, PB IV memberikan nama daerah surau tersebut dengan nama Kaliyoso.

Selain memberi nama Kaliyoso, PB IV juga memberikan tanah perdikan secukupnya untuk tempat pengembangan ajaran agama Islam. Beliau juga memberikan kenang-kenangan berupa sebuah mimbar dan pintu masjid serta beberapa pusaka keraton berupa keris dan tombak.

Semua itu masih ada sampai sekarang di Masjid Jami’ Kaliyoso Jogopaten. Adapun Bagus Murtojo atau Kyai Muhammad Qorib sendiri akhirnya diakui sebagai saudara angkat PB IV.

Pada tahun 2018 kompleks Masjid Jami’ Kaliyoso diresmikan menjadi Cagar Budaya Kabupaten Sragen karena peristiwa sejarahnya.

Selain itu, pada jaman dulu Kaliyoso juga menjadi pusat penyebaran agama Islam di wilayah Solo Utara.

Alamat Masjid Jami’ Kaliyoso Jogopaten: Jl. Jogo Paten, Kebayanan I, Jetis Karangpung, Kec. Kalijambe, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, 57275.

Melihat Masjid Muhammad Cheng Ho di Batam

Masjid Muhammad Cheng Ho Batam (foto: F Dalil Harahap / Batam Pos)

MTN, Jakarta – Ada beberapa masjid Cheng Ho di Indonesia, salah satunya adalah Masjid Muhammad Cheng Ho di Batam. Seperti apa?

Dilansir dari TribunBatam, di Batam juga ada masjid Muhammad Cheng Ho, yang terletak di kawasan Golden City, Bengkong Laut, kecamatan Bengkong, Batam, kepulauan Riau.

Sesuai namanya, masjid ini dibangun untuk mengenang Laksamana Cheng Hoo atau Haji Mahmud Shams.

Laksamana Cheng Hoo adalah seorang pelaut dan penjelajah asal China yang pernah melakukan ekspedisi ke Nusantara.

Selama di Indonesia, Cheng Hoo telah menyebarkan ajaran Islam melalui dakwah-dakwahnya.

Namun, masjid ini bukan peninggalan Laksamana Cheng Hoo, melainkan murni dibangun oleh pemilik kawasan wisata Golden City.

Masjid dengan luas 20 x 30 meter ini kaya akan arsitektur dan interior khas negeri tirai bambu dengan warna merah yang mendominasi.

Masjid dan Kapal Laksamana Cheng Ho di Kota Batam merupakan replika dari masjid Laksamana Cheng Ho yang ada di Surabaya.

“Masjid ini diprakarsai oleh seorang pengusaha yang bernama Abi, pemilik Golden Pranw. Selain untuk mengenang seorang ulama dari Tiongkok, juga sebagai salah satu ikon wisata di Kepri,” ujar Ustazd Khaidir, pengurus masjid Laksamana Cheng Ho, seperti dilansir dari Batam News.

Ustazd Khaidir mengatakan kalau Masjid Muhammad Cheng Ho diresmikan pada 21 Februari 2015 oleh Menteri Pariwisata dan Menteri Bidang Kemaritiman.

Masjid Muhammad Cheng Ho beratapkan atap segi delapan yang mirip pagoda. Di puncak pagoda terdapat lafaz Allah dalam tulisan Arab yang menegaskan bahwa bangunan ini adalah masjid.

Di bagian depan bangunan masjid ini terdapat tulisan Masjid Muhammad Cheng Hoo, dilengkapi dengan aksara China di bawahnya.

Selain itu, relief berbentuk naga juga menghiasi dinding masjid ini. Masjid Muhammad Cheng Ho memiliki daya tampung kurang lebih 200 orang jamaah.

Tidak hanya wisatawan lokal saja yang datang ke Masjid Muhammad Cheng Ho, tapi juga wisatawan mancanegara seperti India, Malaysia, dan China.

Selain di Batam, masjid Muhammad Cheng Hoo juga ada di Surabaya, sebab kota ini juga pernah disinggahi oleh Cheng Hoo.

Masjid Muhammad Cheng Ho Batam (foto: ceritaumi.com)

Masjid Al Hakim, “Taj Mahal” Versi Kota Padang

Masjid Al Hakim (foto: akun YouTube Muhamad Rezaldi)

MTN, Jakarta – Kota Padang memiliki masjid dengan arsitektur mirip Taj Mahal di India. Seperti apa?

Dilansir dari Covesia, Mesjid Al Hakim berdiri megah di tepian Pantai Padang. Sekilas Mesjid tersebut serupa dengan Taj Mahal di India.

Pengurus masjid tersebut mengatakan bahwa Masjid Al Hakim memang terinspirasi dari bangunan di India tersebut.

“Arsitekturnya kita terinspirasi dari Taj Mahal. Setelah kita lakukan diskusi dengan yang mendanai pembangunan mesjid ini Taj Mahal ternyata yang paling cocok,”ungkap Pengurus Mesjid Al Hakim, Herius Nasir, kepada Covesia, Minggu (27/9/2020).

Ditanya perihal kenapa Mesjid Al Hakim mengikuti arsitektur Taj Mahal, Herius bercerita bahwa mereka mencari yang sesuai strukturnya.

“Kalau Taj Mahal sejarahnya seorang raja yang cinta dengan istrinya meninggal, lalu membuat kuburan di situ. Tempat yang indah dan megah. Akhirnya kami memutuskan untuk membangun mesjid dengan arsitektur menyerupai Taj Mahal,” jelasnya.

Herius mengatakan kalau Taj Mahal di belakang mesjidnya ada Sungai Jaipur, kalau Mesjid Al Hakim ada laut lepas. Dengan adanya mesjid ini, bertambah ikon wisata religius dan wisata halal untuk Sumbar di Padang,” katanya.

Selain mewah dan indah mesjid ini ramah untuk kaum difabel. Tak hanya disediakan tangga juga disediakan jalan khusus untuk difabel. “Ini smart mosque jadi bisa untuk orang tua, difable yang memakai kursi roda,” ungkap Herius Nasir.

Masjid Al-Hakim

Danau Toba Terus Tingkatkan Fasilitas untuk Wisatawan Muslim

Danau Toba (foto: jadiberita.com)

MTN, Jakarta – Danau Toba terus coba fasilitasi para wisatawan muslim agar semakin nyaman ketika berkunjung ke situs wisata tersebut. Seperti apa?

Dilansir dari CendanaNews, persiapan Danau Toba sebagai destinasi wisata prioritas juga membenahi kesiapan pelaku wisata untuk menyambut para wisatawan muslim. Berbagai langkah dilakukan untuk memastikan setiap lokasi wisata menjadi lokasi ramah muslim.

Direktur Utama Badan Pelaksana Otoritas Danau Toba (BPODT), Arie Prasetyo, menyatakan ada sekira 260 ribu wisatawan berkunjung ke Danau Toba pada tahun 2019, dan 50 persennya berasal dari Malaysia.

“Memang belum bisa dipastikan apakah wisatawan tersebut muslim atau tidak, tapi kita tahu bahwa mayoritas penduduk Malaysia adalah muslim. Sehingga, tidak salah jika Danau Toba juga mempersiapkan wisata ramah muslim agar wisatawan merasa nyaman untuk berkunjung ke Danau Toba, secara khusus atau Sumatera Utara secara umum,” kata Arie di FGD Akademi Pariwisata ULCLA.

Ia menyatakan, bahwa BPODT menargetkan 300 ribu kunjungan wisatawan di tahun 2020 dan untuk menuju ke target tersebut, BPODT berusaha semaksimal mungkin untuk menyediakan fasilitas yang membuat wisatawan nyaman untuk datang, menginap dan makan.

“Destinasi wisata super prioritas Danau Toba dipersiapkan untuk menerima semua wisatawan dari berbagai kalangan, tak terkecuali wisatawan muslim,” ujarnya.

Arie menyebutkan bahwa BPODT mengimbau kepada para pelaku usaha untuk memberikan fasilitas kepada para wisatawan muslim.

“Salah satunya, kami mengimbau kepada pemilik hotel untuk mempersiapkan tanda kiblat dan sajadah dalam tiap kamar hotel. Sehingga wisatawan muslim merasa nyaman untuk beribadah dan menginap di hotel mereka,” ujarnya lagi.

Arie juga meminta kepada para pelaku kuliner dan restoran untuk menyediakan musola dan makanan halal, sehingga wisatawan muslim bisa beribadah selama kunjungannya di daerah Danau Toba serta merasa aman untuk makan.

“Kita bekerjasama dengan MUI untuk sertifikasi. Sudah ada beberapa restoran yang menyajikan menu halal, jadi wisatawan muslim bisa tinggal lebih lama, menginap, dan makan. Tidak ada salahnya juga ada masakan Batak yang halal sehingga bisa menjadi wisata ramah muslim,” tandasnya.

Mengenal Chechnya, Republik Islam di dalam Negara Federasi Rusia

MTN, Jakarta – Chechnya mungkin adalah salah satu negara yang unik, karena bentuknya adalah Republik dalam sebuah Negara Federasi. Seperti apa?

Chechnya adalah sebuah negara Republik yang berada di dalam Negara Federasi Rusia.

Dilansir dari TribunNews, negara dalam negara, mungkin adalah istilah yang tabu bagi banyak negara. Tapi tidak dengan Rusia. Ada 21 daerah di Federasi Rusia yang berstatus republik. Beberapa di antaranya dihuni oleh penduduk mayoritas Muslim. Di antaranya adalah: Bashkortostan, Adygea, Dagestan, Ingushetia, Kabardino-Balkaria, Karachay-Cherkessia, Tatarstan, dan tentu saja Checnya.

Selayaknya sebuah Republik, setiap daerah ini memiliki presiden, parlemen, bendera, lambang, lagu kenegaraan, serta bahasa resmi selain Bahasa Rusia.

Chechnya adalah yang paling terkenal di antara republik di dalam federasi Rusia.

Selain karena letaknya yang sangat strategis bagi Rusia, perang perjuangan kmerdekaan Chechnya sepanjang tahun 1994-1996, dan 1999-2000, membuat namanya terkenal ke seantero dunia.

Chechen (penduduk asli Chechnya) juga dianggap sebagai salah satu pejuang paling tangguh di dunia.

Republik Chechnya berbatasan dengan Stavropol Krai di barat laut, republik Dagestan di timur laut dan timur, Georgia di selatan, dan republik Ingushetia dan Ossetia Utara di barat.

Republik Chechnya berada di pegunungan Kaukasus Utara dengan ibu kotanya Grozny.

Grozny yang didirikan pada 1818 merupakan pos terdepan militer Rusia. inilah yang menjadi salah satu alasan bagi Rusia untuk tidak mau melepas Chechnya pasca kejatuhan Uni Soviet.

Grozny merupakan pusat industri terkemuka dan salah satu pusat produksi minyak milik Uni Soviet yang pertama. Selain aktivitas pengeboran minyak, Grozny kini juga dilalui oleh jejaring pipa minyak Rusia.

Setelah jatuhnya Uni Soviet, sekelompok pemberontak Chechnya menyatakan bahwa mereka adalah pemerintah yang sah. Dipelopori oleh Dzhokhar Dudayev, seorang Marsekal Udara Soviet, penduduk Chechnya mengumumkan parlemen baru, dan memproklamasikan kemerdekaan mereka sebagai Republik Chechnya Ichkeria.

Pemisahan diri Chechnya menyebabkan Rusia murka dan menyerbu Grozny pada tanggal 1 Desember 1994.

Perang pertama antara Rusia dengan Chechnya dari tahun 1994 sampai 1996 berakhirnya dengan kemerdekaan secara de facto Chechnya. Namun hingga 2004, kemerdekaan mereka tidak diakui negara mana pun.

Sejak deklarasi kemerdekaan pada 1994, Chechnya selalu diliputi konflik bersenjata di mana kelompok-kelompok pejuang Chechnya dan Rusia saling terlibat.

Menurut laporan, pejabat pro-Rusia mengaku bahwa sejak 1994 lebih dari 200.000 pemberontak dan warga sipil telah terbunuh, dan dalam jangka waktu yang sama lebih dari 20.000 anak-anak telah meninggal dan puluhan ribu lainnya menjadi yatim piatu.

Pada tahun 1999, pasukan Rusia kembali menyerbu Grozny, setelah beberapa kelompok pejuang Chechnya juga berupaya merebut wilayah Dagestan yang merupakan republik lainnya di dalam Federasi Rusia. Serbuan kedua kalinya dari pasukan Rusia ini membuat Grozny kembali hancur lebur. Dalam perang kedua kalinya ini, militer Rusia berhasil menguasai kembali Chechnya dan memasukkannya kembali sebagai republik otonom.

Saat ini, Chechnya dipimpin oleh Presiden Ramzan Kadyrov. Pria kelahiran 5 Oktober 1976 ini adalah Presiden Republik Chechnya sejak 15 Februari 2007. Kadyrov dilantik sebagai presiden Chechnya pada 6 April 2007 atas penunjukan Presiden Vladimir Putin.

Saat dilantik sebagai Presiden Republik Chechnya, Ramzan masih berusia 30 tahun. Hal ini menjadikannya sebagai presiden termuda di dunia.

Ramzan sendiri adalah mantan pemimpin pemberontak yang dikenal dekat dengan Kremlin. Ayahnya adalah Akhmad Kadyrov, mantan Presiden Chechnya yang dibunuh pada Mei 2004.

Di bawah kepemimpinan Ramzan, kehidupan di Chechnya kembali membaik. Chechnya kini menjadi salah satu republik berpenduduk mayoritas muslim yang maju di dalam Federasi Rusia.

Hampir 95% penduduk Chechnya adalah Islam dan rata-rata merupakan penganut madzhab Syafi’i yang kuat. Minuman keras dan rokok adalah sesuatu yang dilarang di wilayah Chechnya, termasuk di hotel-hotel berbintang.

Pada tahun 2016, akun Youtube RT Documentary, sebuah jaringan televisi berita internasional multibahasa yang berbasis di Rusia dan didanai oleh pemerintah Rusia, merilis sebuah video yang diberi judul “Chechnya: Republic of Contrasts. High fashion, celebrity parties & Sharia law”.

Dalam deskripsi itu dijelaskan pihak RT ketika menjelajahi Chechnya; sebuah republik kontras, dan melihat bagaimana orang-orang Chechnya mencapai keseimbangan antara tradisi dan modernitas.

Republik Chechnya Rusia telah mengalami kebangkitan setelah dua operasi militer dalam sejarah pasca-Soviet baru-baru ini.

Dalam video tersebut, RT menceritakan bahwa saat ini Chechnya menjadi rumah dari salah satu masjid terbesar dan terindah di Eropa.

Meski melarang keras minuman keras dan rokok, tapi Chechnya menampung selebriti internasional dan bahkan mencoba mode kelas atas.

“Kami menjelajahi republik yang kontras ini untuk melihat bagaimana orang-orang Chechnya mencapai keseimbangan antara tradisi dan modernitas,” tutur pihak RT Documentary.

Video itu merekam bagaimana anak-anak Chechnya belajar dan menghafal Alquran serta menekuni seni bela diri sejak kecil. Sementara para remaja putri juga memiliki tempat dan kesempatan untuk menekuni dunia fashion dan modelling, serta tarian.

Berikut video yang merekam dan mengulas keindahan Chechnya, republik Islam di dalam Federasi Rusia.

https://youtu.be/ELJxh5T9my4

Ini Dia Lima Tempat Wisata Religi di Makassar

Masjid Raya Makassar (foto: Kemenag RI)

MTN, Jakarta – Kota Makassar memiliki beberapa situs wisata religi. Ada lima situs yang bisa dijadikan pilihan jika anda berkunjung ke sana.

Dilansir dari TribunTravel, berikut ada lima situs wisata religi yang berada di kota Makassar.

Masjid Raya Makassar

Masjid yang berlokasi di Jalan Masjid Rata, Bontoala, Makassar, Sulawesi Selatan ini dibangun sejak 1984 dan memiliki bangunan yang megah serta menawan.

Masjid Raya Makassar dulunya pernah menjadi tuan rumah pertama Musabaqah Tilawatil Qur’an yang dibuka langsung oleh Presiden Soeharto.

Masjid indah di Makassar ini juga dilengkapi dengan dua kubah tinggi yang masing-masing setinggi 66,66 meter.

Masjid Amirul Mukminin (foto: Madani News)

Masjid Amirul Mukminin

Masjid ini berlokasi di Jalan Budidaya Raya, Bangkala, Manggala, Makassar, Sulawesi Selatan.

Masjid Amirul Mukminin terletak di kawasan pantai yang kerap disebut sebagai masjid terapung di Pantai Losari Makassar.

Masjid ini memiliki bangunan yang unik dengan interior megah. Tidak hanya sebagai tempat ibadah saja, Masjid Amirul Mukminin juga kerap dijadikan tempat wisata religi.

Masjid Al-Markaz Al-Islami (foto: Kemenag RI)

Masjid Al-Markaz Al-Islami

Masjid ini berlokasi di Jalan Masjid Raya Nomor 57, Timungan Lompoa, Bontoala, Makassar, Sulawesi Selatan.

Masjid yang pembangunannya dimulai pada 1994 ini menjadi pusat keagamaan Islam di Makassar.

Masjid Al-Markaz Al-Islami memiliki tiga lantai yang terbuat dari batu granit; menjadikan suasana di dalamnya semakin sejuk.

Masjid Muhammad Cheng Hoo (foto: screnshoot dari YouTube)

Masjid Muhammad Cheng Hoo

Masjid ini berlokasi di Jalan Danau Tj Bunga, Maccini Sombala, Tamalate, Makassar, Sulawesi Selatan.

Masjid Muhammad Cheng Hoo menyimpan sejumlah sejarah menarik terkait proses didirikannya. Dulunya, masjid dengan desain Tionghoa ini menjadi saksi dari bersatunya puluhan manusia beragaman etnik, budaya, dan ras.

Masjid Al Fatih Al Anshar (foto: Traveling Yuk)

Masjid Alfatih Al Anshar

Masjid ini berlokasi di Jalan Paccinang Raya Nomor 58-60, Tello Baru, Panakkukang, Makassar, Sulawesi Selatan.

Buat para wisatawan yang rindu dengan suasana Mekkah, bisa datang ke Masjid Alfatih Al Anshar.

Masjid ini tak seperti masjid pada umumnya yang memiliki kubah besar ataupun menara yang menjulang tinggi, tapi masjid ini memiliki keunikan tersendiri yang tak dimilki masjid lain.

Masjid Alfatih Al Anshar memiliki salah satu sudut yang dibentuk menyerupai bangunan suci di Kota Makkah, Ka’bah.

Pendirinya yaitu Mustamin Anshar, seorang konsultan keuangan pajak yang sangat mencintai masjid dan ka’bah.