Hotel Syariah Bintang Tujuh Akan Hadir di Jakarta

ilustrasi (foto: Tribunnews)

MTN, Jakarta – Hotel syariah di lokal biasanya mentok di kelas bintang tiga atau empat. Dalam waktu dekat hotel syariah kelas bintang tujuh akan hadir di Jakarta.

Dilansir dari Suara, pihak Indonesia Halal Lifestyle Center (IHLC) akan mengembangkan hotel bintang tujuh yang ramah bagi wisatawan muslim di Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Chairman IHLC, Sapta Nirwandar, usai menemui Wakil Presiden Ma’ruf Amin di Kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Senin (13/1/2020). Sapta menjelaskan kalau hotel yang akan dikembangkan tersebut adalah Raffles Hotel yang berada di Jakarta.

“Raffles Hotel di Jakarta akan menjadi muslim friendly hotel bintang tujuh. Supaya kita juga bisa punya tempat wisawatan mancanegara yang muslim untuk menginap, untuk conference, dan lain-lain,” kata Sapta.

Dengan Indonesia memiliki hotel syariah berbintang tujuh, maka kita akan mampu bersaing dengan hotel-hotel di luar negeri, serta meraup keuntungan dari wisatawan muslim khususnya dari Timur Tengah.

“Bayangkan kalau Raja Salman menginap, itu berapa tarifnya. Ini meningkatkan devisa,” ujar Sapta.

Produk Cokelat Halal Belgia Resmi Hadir di Indonesia

cokelat Rudolf Braun

MTN, Jakarta – Cokelat merupakan makanan favorit hampir seluruh orang di dunia. Di Indonesia cokelat Belgia merupakan salah satu jenis cokelat favorit. Kini cokelat halal Belgia telah hadir di Indonesia.

Rudolf Braun, salah satu merk cokelat asal Belgia yang telah bersertifikat halal, resmi hadir di Indonesia.

Dilansir dari Mina News, cokelat merek Rudolf Braun dipresentasikan langsung oleh Pavel Krupka, CEO Rudolf Braun di hadapan para pengelola travel muslim di Jakarta, Selasa (14/1).

Menurut Chairman IITCF, H. Priyadi Abadi, MPar, keistimewaan dari coklat Rudolf Braun ini sudah memiliki sertifikat halal.

“Tidak banyak coklat di Belgia yang memiliki sertifikat halal, coklat Rudolf Braun menjadi salah satu alternatif pilihan wisatawan muslim,” ungkapnya.

“IITCF telah melakukan kampanye wisata halal di setiap destinasi yang menjadi tujuan wisatanya, terutama di Eropa. Alhamdulillah IITCF berhasil meyakinkan beberapa partner untuk menyajikan makanan halal, salah satunya coklat Rudolf Braun,” jelasnya.

Tepatnya pada Juni 2019 lalu, coklat Rudolf Braun telah mendapat sertifikat halal.

Dilansir dari Elshinta, CEO Rudolf Braun, Pavel Krupka, mengatakan bahwa selain tak berhenti mengurus sertifikat, pihaknya juga terus gencar melakukan sosialisasi cokelat halal ke beberapa negara berpenduduk muslim yang banyak berkunjung ke Belgia, seperti Indonesia, Malaysia dan Brunai Darussalam.

“Travel muslim mencari vendor yang mempunyai sertifikat halal dan kehalalan ini menjadi prioritas utama di banding lainnya. Karena coklat halal tak mudah di Eropa,” jelas Priyadi.

Ke Belgia tak lengkap jika belum merasakan coklat Rudolf Braun. Coklat handmade yang sudah melegenda ini sudah ada sejak tahun 1899.

Al-Qomar, Musholla dengan Arsitektur Khas Bali

Musholla Al-Qomar (foto-foto: anishidayah.com, balimuslim.com & furasu.blogspot.com)

MTN, Jakarta – Pada umumnya musholla di Indonesia berarsitektur gaya Arab atau Timur Tengah, tapi di Bali ada musholla dengan gaya arsitektur khas Bali, yang bernama Al-Qomar. Seperti apa?

Dilansir dari situs BaliMuslim, musholla Al-Qomar dibangun di ujung Jalan Pura Demak Banjar Buagan, Denpasar Barat, Kota Denpasar, Bali.

Bangunannya besar, nampak kokoh,dan berarsitektur Bali, yang bila dilihat dari jauh tidak akan menyangka kalau Al-Qomar sebuah musholla.

Dilansir dari situs Kemenag, humas Musholla Al-Qomar, Ilham, menjelaskan bahwa sebenarnya pengurus sudah lama mengajukan izin Al-Qomar menjadi Masjid. “Ya sudah mas, kami namakan saja tetap Musholla. Karena bagi kami fungsinya, bukan namanya. Jangan sampai karena soal nama, Musholla ini justru tidak berjalan dengan baik,” jelasnya.

“Dulu, masjid ini awalnya hanya musala. Bangunannya kecil, hanya 5m x 5m. Lalu warga ramai-ramai menghibahkan tanah mereka. Areal masjid meluas dan akhirnya berkembang seperti sekarang,” tutur H. Supandi, Ketua Rukun Warga Muslim (RWM) Al Qomar.

Dilansir dari BeritaBali, seiring waktu, Mushola al-Qomar mengalami dua kali renovasi, yaitu pada tahun 1995 dan tahun 2001, sehingga menjadi bentuk bangunannya yang sekarang dengan luas bangunan 400 m2. Pada kegiatan renovasi terakhir yang dilakukan tahun 2001 dilakukan perubahan secara keseluruhan bentuk bangunan Mushola al-Qomar dengan menerapkan unsur khas arsitektur gaya Bali.

Berdasarkan dari aspek bentuknya, bangunan Mushola al-Qomar menerapkan pembagian kaki-badan-kepala yang identik dengan konsep tri angga pada arsitektur gaya Bali. Bagian kaki bangunan identik dengan unsur bebaturan pada arsitektur gaya Bali, yang menopang bagian badan bangunan yang terkesan masif disebabkan karakteristik bahan yang digunakan.

Bagian kaki dan badan bangunan menggunakan bahan bata gosok, batu paras, dan batu candi yang merupakan bahan khas arsitektur gaya Bali, sehingga menjadikan Mushola al-Qomar memiliki warna merah yang mendominasi bangunannya serta warna krem dan abu-abu. Mushola al-Qomar menerapkan pula ornamen khas arsitektur gaya Bali, di mana pada bagian kaki bangunan terdapat ornamen pepalihan dan pada bagian badan bangunan terdapat ornamen pepatran dan kekarangan yang distilir

Bagian kepala menerapkan bentuk atap limasan dengan atap terbesar mengatapi ruang shalat utama yang berbentuk atap limas tumpang dua yang dilengkapi dengan ornamen kubah pada bagian atasnya. Untuk bahan penutupnya, bagian kepala bangunan menggunakan bahan genteng serta terdapat ornamen ikut celedu khas arsitektur gaya Bali di setiap tepi bubungannya.

Nuansa arsitektur gaya Bali semakin kental dengan menerapkan bentuk candi bentar dan unsur paduraksa lengkap dengan bahan, warna, dan ornamen khas gaya Bali pada bagian pagar masjid. Sebagaimana pada bagian badan bangunan masjid, bentuk ornamen pada pagar masjid mengalami stilisasi sehingga tidak menampakkan bentuk riilnya.

Gedung Musholla Al-Qomar memiliki dua lantai. Di bawah untuk kegiatan sosial, termasuk pengajian anak-anak dan remaja, sedangkan lantai utama di atas untuk shalat berjamaah. Di sebelah depan kiri bawah ada Tempat Wudhu dan Toilet, sedangkan di atasnya disediakan ruangan untuk Marbot. Di sebelah depan kanan terdapat Kantor Sekretariat Masjid dan di luarnya kedai kecil, sedangkan di belakang gedung ada Sekretariat TK.

Musholla ini dulunya berukuran kecil; berada di lorong jalan memanjang ke belakang, tepat di samping gedung yang megah sekarang. Dibangun pertama kali pada tahun 1980 atas kesadaran masyarakat muslim di sekitar Jalan Pura Demak, Kota Denpasar, untuk memiliki tempat ibadah sendiri.

Komunitas mereka dengan motivasi bersama sebagai sesama muslim di tengah masyarakat Hindu Bali ini kemudian diresmikan dengan istilah “Rukun Warga Muslim”. Paguyuban inilah yang menjadi payung bersama kegiatan keagamaan mereka sampai sekarang. Di dalamnya berkumpul warga muslim pribumi juga pendatang dari Jawa, Sunda, Bugis, Padang juga Madura.

Rukun Warga Muslim kemudian memindahkan dan membangun Musholla yang lebih besar saat ada warga Muslim pada tahun 1997 yang berkenan menjual tanahnya seluas 400 meter di sebelah Musholla yang lama. Sejak saat itu dimulai pembangunan. Berjalan selama 10 tahun, dengan swadaya masyarakat muslim sekitar dan donasi terbuka melalui rekening, akhirnya selesai pada tahun 2007 dan diresmikan oleh Ketua MUI Provinsi Bali saat itu, Rahmatullah Amin.

Tonton videonya di bawah ini, via saluran YouTube, Tawaf TV.

Ini Rekomendasi Objek Wisata Halal di Padang

Padang (foto: Danabijak)

MTN, Jakarta – Beberapa daerah di Indonesia dalam lima tahun terakhir ini mulai menerapkan konsep wisata halal. Salah satunya adalah Padang. Seperti apa?

Konsep wisata ini sebenarnya bukan khusus ditujukan untuk umat muslim saja, tetapi setidaknya semua aspek wisata harus Muslim-friendly, seperti hotel syariah dan kuliner halal.

Pada tahun 2016 Sumatra Barat sempat menerima dua penghargaan dari The World Halal Tourism Award.

Dilansir dari TribunNews, berikut adalah beberapa objek wisata di Padang yang masuk kategori wisata halal. Di mana saja?

Jembatan Siti Nurbaya

Jembatan ini bisa dibilang merupakan ikon dari Kota Padang. Memiliki panjang 156 m, Jembatan Siti Nurbaya menawarkan pemandangan memikat.

Pemandangan permukiman dan perbukitan hijau sekitar juga menambah pesona jembatan yang diresmikan pada 1992 ini.

Sembari menikmati pemandangan, tak ada salahnya menikmati jagung atau roti bakar.

Lembah Anai

Salah satu wisata halal di Padang yang bisa anda kunjungi adalah Lembah Anai. Tempat wisata alam ini merupakan sebuah air terjun yang ada di Cagar Alam Lembah Anai.

Anda akan disuguhi air terjun setinggi 35 meter yang bergemuruh di antara pepohonan hijau. Belum lagi di dekatnya, terdapat kolam penampung air yang sejuk. Pun, Anda bisa menemukan rel kereta api tua yang sudah tidak digunakan.

Tak hanya membuat terpana setiap pengunjung yang khusus datang kemari, Air Terjun Lembah Anai juga menarik perhatian siapa pun yang melintas di sepanjang jalan penghubung Padang ke Bukittinggi.

Kota Tua Padang

Datang ke Kota Padang, sempatkan diri untuk mengunjungi Kota Tua. Kawasan ini menawarkan cagar budaya berisi bangunan tua dengan arsitektur Belanda.

Anda bisa melihat berbagai bangunan bergaya klasik. Semuanya membentuk kawasan memikat yang sangat cocok ditangkap kamera.

Kawasan ini tak hanya menawarkan cagar budaya dari sisi bangunan saja. Masyarakat yang hidup di sini juga terdiri dari berbagai suku.

Tak heran, berbagai aktivitas dari budaya berbeda membentuk keharmonisan dan menjadi daya tarik lain Kota Tua. Apalagi, Anda juga bisa mencicip aneka kuliner lezat di kawasan ini.

Lamun Ombak

Lamun Ombak merupakan sebuah rumah makan di Padang yang pernah mendapat penghargaan dari Kementerian Pariwisata. Tempat wisata kuliner ini menyabet predikat Restoran Halal Terbaik Nasional dalam Kompetisi Pariwisata Halal Nasional.

Beragam makanan khas Minangkabau asli bisa Anda santap di sini. Mulai dari rendang sampai gulai kepala ikan yang sangat populer.

Seperti layaknya rumah makan Padang asli, restoran legendaris ini akan menyajikan makanannya secara khas.

Wisatawan RI Target Utama Kampanye Wisata Halal di Uzbekistan

MTN, Jakarta – Pihak pemerintah Uzbekistan mengaku kalau wisatawan RI adalah sasaran utama mereka dalam mempromosikan wisata halal di negara mereka. Seperti apa?

Uzbekistan melalui Sekretaris II Kedutaan Besar Uzbekistan, Muzzafar Abdulazimov, mengatakan kalau wisatawan Indonesia adalah sasaran utama mereka dalam mempromosikan kampanye wisata halal di Uzbekistan.

“Sejak 2016, Uzbekistan mulai memprioritaskan sektor wisata halal ini dan wisatawan Indonesia menjadi salah satu target utama,” ujar Muzzafar, seperti yang dilansir dari CNBC Indonesia.

Muzzafar menyebutkan alasannya karena Indonesia adalah negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, dan Uzbekistan menjadi salah satu negara yang memiliki kontribusi pada peradaban dan budaya Islam.

Dilansir dari IndoZone, Uzbekistan dinobatkan sebagai destinasi favorit tahun 2020 oleh situs web travel Lonely Planet. Tidak heran, karena beberapa tahun belakangan ini, Uzbekistan menjadi salah satu negara yang banyak diincar para traveler dunia. Berikut ini adalah tiga faktor Uzbekistan jadi destinasi wisata halal favorit.

Bebas Visa
Baru-baru ini, Presiden Uzbekistan Shavkat Mirziyoyev memiliki inisiatif untuk mengubah negara tersebut menjadi tujuan yang menarik bagi para pelancong, yaitu membebaskan Visa untuk pengunjung dari 65 negara.

Objek Wisata Bersejarah
Ada banyak tempat bersejarah di Uzbekistan yang bisa anda kunjungi. Beberapa tempat yang paling legendaris adalah Tashkent, Samarkand, Registan Square dan Kota Bukhara yang selalu menjadi tempat favorit.

Kuliner Halal
Makanan di Uzbekistan memiliki aroma yang khas karena rempah-rempahnya yang sangat kuat. Beberapa menu yang paling populer di Uzbekistan adalah Palov, Shurpa, dan Mutton. Karena penduduknya yang mayoritas Muslim, maka sangat mudah untuk menemukan kuliner halal di Uzbekistan.

Trailer Film “Layla Majnun” (2020)

Acha Septriasa & Reza Rahadian di film “Layla Majnun” (2020)

“Layla Majnun” (2020), film drama reliji produksi StarVision yang mengambil lokasi syuting di Azerbaijan.

Film ini dibintangi oleh: Acha Septriasa, Reza Rahadian, Baim Wong, Dian Nitami, Beby Tsabina, Uli Herdinansyah, Natasha Rizky, Eriska Rein, Landung Simatupang, August Melasz, Chantiq Schagerl, Cut Ashifa, Aida Cabieva, Murad Ismayil, Nadia Arina, & Augie Fantinus.

“Layla Majnun” akan tayang di bioskop-bioskop tahun depan. Tonton video trailer-nya di bawah ini.

Museum Nabi Muhammad SAW Akan Dibangun di Depok

Museum Nabi Muhammad SAW akan dibangun di kota Depok

MTN, Jakarta – Museum sejarah Nabi Muhammad akan dibangun di Depok, Jawa Barat. Seperti apa?

Museum sejarah Nabi Muhammad SAW akan segera dibangun di Depok, Jawa Barat.

Dilansir dari Suara, pimpinan Yayasan Museum Salam Bagimu Wahai Baginda Nabi (Assalamu ‘Alayka Ayyuha An-Nabi Endowment), Abdullah Nassir Al Qarni, mengatakan contoh bangunannya sudah ada di Dubai, Uni Emirat Arab.

Wakil Ketua Pimpinan Pusat Dewan Masjid Indonesia, Syafruddin , mengatakan kalau konsep museum ini didesain secara modern sehingga pengunjung dengan hanya menyentuh layar hologram dapat melihat sejarah Rasulullah SAW. “Jadi ya kecanggihan yang ada sekarang, yaitu sudah menggunakan G5, digital teknologi, dan ada juga artificial intelligence. Dan saya sudah melihat secara langsung di Madinah,” ungkapnya.

Syafruddin mengatakan nantinya di dalam museum tersebut akan ditampilkan semua yang pernah tertulis dalam sejarah perjuangan Nabi Muhammad SAW seperti tempat lahirnya Nabi, Gua Hira, mukjizatnya, dan lain-lain.

Dilansir dari Republika, Syafruddin juga menyatakan kalau Museum Rasulullah SAW diprediksi akan menyedot enam sampai delapan juta wisatawan per tahun.

Selain itu Nassir menambahkan di dalam museum sejarah Nabi Muhammad itu juga akan ditampilkan lengkap miniatur Mekkah dan Madinah secara detil.

“Ada Shafa, Marwah, dan sebagainya. Kalau luas lokasinya memungkinkan, miniatur ini bukan hanya dibangun di dalam ruangan tapi juga di luar ruangan. Sehingga seakan-akan pengunjung berkeliling sambil menikmati suasana di zaman Rasulullah SAW,” ujar Nassir.

Sebelumnya Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan Pemerintah Indonesia menyambut baik rencana pembangunan museum yang telah mendapat dukungan dari Raja Salman dan Putera Mahkota Arab itu.

Dilansir dari Okezone, JK juga menuturkan, dengan adanya Museum Rasulullah SAW, akan menjadi ikon wisata religi baru bagi masyarakat Indonesia dan Negara di kawasan Asia maupun Eropa, lantaran lokasi yang strategis dan mudah diakses.

“Selain berfungsi sebagai wisata religi, Museum Rasulullah juga akan sarat dengan wahana dan informasi edukatif yang menjadi objek penelitian bagi mereka yang berminat kepada studi-studi agama khususnya Islam,” tutur JK.

“Kita setuju karena itu penting sebagai umat Islam untuk melihat sejarah perjalanan hidup Rasulullah dan juga kita akan masukkan perjalanan Islam di Indonesia,” kata Wapres.

Sebagai bentuk tindak lanjutnya, Pemerintah Indonesia akan menyiapkan lahan untuk pembangunan museum tersebut. Rencananya, museum tersebut akan dibangun di komplek Universitas Islam Indonesia Internasional (UIII) yang sedang dibangun.

“Kita akan menyiapkan lahannya supaya juga menjadi bagian dari dakwah, ya sementara ini kita lagi mencari lahan yang cocok,” kata JK yang juga Ketua Umum Pimpinan Pusat Dewan Masjid Indonesia (DMI) itu.

Pembangunan Museum Rasulullah SAW ini didasarkan pada nota kesepahaman (MoU) antara DMI, Liga Muslim Dunia, dan Yayasan Wakaf Assalam. Museum Rasulullah ini dibangun dengan biaya dari Liga Muslim Dunia. “Dananya akan di-founding oleh Liga Muslim Dunia, tapi kami juga punya tugas dan kewajiban-kewajiban,” jelas Syafruddin.

Mari Mengenal Azerbaijan Lebih Dekat

kota Baku, Azerbaijan (foto: Osservatorio Balcani)

MTN, Jakarta – Tentu masih banyak di antara kita yang masih awam dengan negara Azerbaijan. Muslim Travel News akan coba mengenalkannya kepada anda semua melalui wawancara dengan Duta Besarnya untuk Indonesia.

Jalal Sabir Mirzayev adalah Duta Besar Republik Azerbaijan terbaru untuk Indonesia, yang mulai bekerja per September 2019. Pada 11 Desember kemarin MTN mewawancarai Mirzayev seputar Azerbaijan.

“98% populasi warga di Azerbaijan adalah beragama Islam, dan kami memiliki banyak masjid, restoran halal, dan hotel halal,” terang Mirzayev di Jakarta (11/12).

“Islam Syiah adalah mayoritas di negara kami, meskipun begitu tidak ada masalah dengan Islam Sunni,” tambahnya.

Dubes Azerbaijan untuk Indonesia tersebut juga menjelaskan kalau ada sekira lima sampai enam juta wisatawan ke Azerbaijan tiap tahunnya.

Mirzayev mengatakan kalau Azerbaijan dikenal sebagai Paris-nya wilayah Kaukasus / Asia Tengah,” ungkap Mirzayev, karena banyak bangunan di ibu kota Baku memiliki gaya arsitektural ala kota Paris.

“Pada 28 April 2019 kemarin di Sirkuit Kota Baku di Baku, Azerbaijan, digelar event akbar lomba balap motor Formula Satu, Grand Prix Azerbaijan 2019,” ungkap Mirzayev.

“Kemudian pada 29 Mei 2019 kemarin di Olympic Stadium di Baku, Azerbaijan, juga digelar pertandingan sepak bola final Liga Eropa 2019, antara Chelsea melawan Arsenal,” tambah Dubes Azerbaijan untuk Indonesia tersebut.

Pemandangan alam Azerbaijan (foto: Wikimedia)

Untuk bahasa, Jalal Mirzayev menjelaskan kalau bahasa di negaranya adalah Azeri, lalu ada juga yang menggunakan bahasa Rusia dan Turki.

Tanah di ibu kota Azerbaijan mengandung banyak minyak, tapi selain minyak mereka juga mengimpor banyak jenis SDA. “Kami juga mengimpor kayu, bahan-bahan kimia dan besi sebagai suku cadang,” jelas Mirzayev.

Di bidang pendidikan, Jalal Mirzayev menjelaskan kalau 54 buah universitas di Azerbaijan yang semuanya menawarkan program beasiswa untuk mahasiswa asing.

Ketika MTN menanyakan kapan waktu terbaik untuk mengunjungi Azerbaijan adalah pada bulan Mei, Juni hingga September, karena iklim sedang bagus-bagusnya.

“Untuk zona iklim, Azerbaijan memiliki sembilan iklim. Ini karena faktor geografis Azerbaijan yang berada di tengah-tengah berbagai zona iklim Bumi,” ungkap Mirzayev.

“Karena ada wilayah Azerbaijan yang iklimnya sub-tropis, maka negara kami juga menghasilkan buah-buahan sama seperti di negara wilayah tropis,” terang Dubes Azerbaijan untuk RI tersebut.

MTN ketika mengunjungi Kedubes Azerbaijan

Mengenal Jalal Mirzayev, Dubes Azerbaijan untuk RI

Jalal Sabir Mirzayev

MTN, Jakarta – Per bulan September 2019 kemarin pihak Republik Azerbaijan menunjuk Duta Besar terbaru mereka untuk Indonesia. Siapakah dia?

Jalal Sabir Mirzayev adalah Duta Besar Republik Azerbaijan terbaru untuk Indonesia, yang mulai bekerja per September 2019.

Mirzayev lahir di kota Masally, Azerbaijan, pada 17 Oktober 1977. Mirzayev muda mulai duduk di bangku perkuliahan per tahun 1993, dengan jurusan Bachelor of Arts in International Relations di Baku State University, yang kemudian dilanjutkan mengambil Master of Arts in International Relations, juga di Baku State University.

Pada tahun 1999 hingga 2001 Jalal Mirzayev bekerja sebagai Desk officer dan Atase di Department of International Organizations Ministry of Foreign Affairs, of the Republic of Azerbaijan.

Dilanjutkan pada tahun 2001 hingga 2003 Jalal Mirzayev menjabat sebagai Third and Second Secretary, Permanent Representation of the Republic of Azerbaijan untuk PBB, New York.

Kemudian pada tahun 2003 hingga 2005 Jalal Mirzayev menjabat sebagai Second Secretary, Perwakilan Republik Azerbaijan untuk NATO, Brussels, Belgia.

Lalu pada tahun 2005 hingga 2007 Mirzayev menjabat sebagai First Secretary, Department of Security Issues, and First Territorial (West) Department, Minsitry of Foreign Affairs of the Republic of Azerbaijan.

2007 hingga 2009, Jalal Mirzayev pindah menjabat sebagai First Secretary, Embassy of the Republic of Azerbaijan untuk Malaysia.

Pada tahun 2009 hingga 2011, Jalal Mirzayev menjabat sebagai Head, I European division (Great Britain and Nordic countries), First Territorial (West) Department, Ministry of Foreign Affairs of the Republic of Azerbaijan.

Kurun waktu 2011-2015, Jalal Mirzayev menjabat sebagai Counsellor, Permanent representation of the Republic of Azerbaijan to the Council of Europe, Stasburg.

Lanjut pada tahun 2015 hingga 2017, Mirzayev menduduki posisi sebagai Deputy Head, Department of Americas, Minsitry of Foreign Affairs of the Republic of Azerbaijan.

Tahun 2017 hingga 2019 Jalal Mirzayev menjabat sebagai Charge d’affaires of the Republic of Azerbaijan to the Kingdom of the Netherlands.

Akhirnya sejak akhir 2019 Mirzayev menjabat sebagai Ambassador of the Republic of Azerbaijan to the Republic of Indonesia.

Penghargaan yang pernah diraih oleh Jalal Mirzayev antara lain adalah 90th Anniversary Medal of Minsitry, of Foreign Affairs of the Republic of Azerbaijan.

Selain itu, Jalal Mirzayev juga menguasai tiga buah bahasa, yakni Inggris, Perancis dan Rusia.

Presiden Turki Resmikan Masjid Ramah Lingkungan di Inggris

Cambridge Central Mosque (foto: wikipedia)

MTN, Jakarta – Presiden Turki resmikan masjid ramah lingkungan pertama di Eropa, yang berlokasi di Inggris. Seperti apa?

Dilansir dari Al Jazeera, Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, meresmikan masjid ramah lingkungan, Cambridge Central Mosque, di wilayah timur Inggris.

Salah satu pendonor masjid ramah lingkungan tersebut adalah pemerintah Turki dan penyanyi Yusuf Islam (Cat Stevens).

Diklaim sebagai masjid ramah lingkungan pertama di Eropa, fasilitas dari Cambridge Central Mosque dilengkapi dengan panel surya, yang bertujuan untuk mengurangi emisi karbon.

Cambridge Central Mosque pertama kali dibuka untuk publik pada April 2019, namun baru diresmikan pada 5 Desember 2019 kemarin.

“Diharapkan masjid ini ke depannya jadi pusat persatuan, perbincangan dan perdamaian,” ujar Erdogan.

Beberapa donatur untuk masjid Cambridge Central Mosque adalah Qatar National Fund.

Menurut keterangan di situs resmi Cambridge Central Mosque, desain arsitektur masjid yang mampu menampung 1000 orang jamaah ini terinspirasi oleh tradisi Islam dan Inggris.