Peluang Kerjasama Wisata Halal Indonesia-Kazakhstan

MTN, Jakarta – Peluang kerjasama wisata halal jadi fokus pertemuan diplomasi parlemen Indonesia-Kazakhstan. Seperti apa?
Dilansir dari situs resmi Gerindra, Komitmen wisata halal jadi poin utama di pertemuan antara Grup Kerja Sama Bilateral (GKSB) Indonesia-Kazakhstan dengan Duta Besar Kazakhstan untuk Indonesia, H.E. Serzhan Abdykarimov. Pertemuan tersebut berlangsung di Kompleks DPR RI, Senayan, Jakarta, pada Senin, 24 Februari 2025.
Pertemuan tersebut dilakukan dalam upaya memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan Kazakhstan.
Pada kesempatan itu, anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra, M Husni, turut hadir dalam pertemuan yang membahas berbagai aspek kerja sama antara Indonesia dan Kazakhstan.
Duta Besar Kazakhstan untuk Indonesia, H.E. Serzhan Abdykarimov, mengungkapkan bahwa saat ini terdapat 18 dokumen kerja sama yang masih menunggu penandatanganan. Kedua pihak sepakat untuk segera menindaklanjuti hal tersebut guna mempercepat realisasi berbagai bentuk kolaborasi antara kedua negara.
Salah satu isu yang turut dibahas dalam pertemuan ini adalah peluang kerja sama dalam sektor wisata halal. Anggota Komisi VIII DPR RI, M Husni, menanggapi usulan Dubes Kazakhstan yang menyatakan bahwa Kazakhstan dapat dijadikan rute transit penerbangan bagi jamaah haji dan umrah dari Indonesia menuju Arab Saudi dan sebaliknya.
“Ini adalah hal yang baik sekali untuk dieksplorasi bersama di Komisi VIII. Tentu ini dapat menjadi contoh bagaimana GKSB dapat dimanfaatkan untuk menjadi pintu akselerasi kebijakan yang sangat bermanfaat untuk masyarakat, khususnya masyarakat muslim Indonesia,” ujar M Husni.
Untuk menindaklanjuti berbagai inisiatif yang telah disepakati, kedua negara berencana mengadakan pertemuan lanjutan yang berfokus pada diplomasi parlemen.
Pertemuan ini bertujuan untuk mempercepat pelaksanaan program kerja sama yang telah dirancang sebelumnya. Melalui pendekatan ini, diplomasi parlemen diharapkan tetap menjadi alat yang efektif dalam mempererat hubungan bilateral antara Indonesia dan Kazakhstan, khususnya di sektor-sektor strategis.