Al Ikhlas, Masjid Megah yang Memikat di PIK

MTN, Jakarta – Kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) tidak hanya punya kuliner dan wisata, tapi juga masjid Al Ikhlas yang megah dan memikat. Seperti apa?
Dilansir dari Detik, kawasan PIK selama ini identik dengan destinasi kuliner dan hiburan pinggir laut. Namun, siapa sangka di balik gemerlapnya kawasan tersebut, terdapat tempat ibadah megah yang mulai menjadi magnet wisata religi baru, Masjid Al Ikhlas PIK.
Masjid Al Ikhlas PIK berfungsi sebagai tempat ibadah bagi komunitas lokal dan semua muslim yang singgah. Selain itu, arsitektur yang keren mewah dari masjid Al Ikhlas PIK menjadi magnet bagi kelompok wisatawan.
Tutuko, imaroh dari Dewan Pengelola Masjid Al Ikhlas PIK (DKM), mengungkapkan bahwa keberadaan masjid itu secara bertahap mengubah persepsi bahwa PIK hanyalah tempat untuk rekreasi dan hiburan.
“Image orang kan di PIK itu cuma hiburan. Nah, ini kan bagian dari syiar Islam juga bahwa di sini hadirlah keagamaan. Kebetulan di daerah sini nantinya dinamakan area kawasan religi,” ujar Tutuko, Selasa (24/2/2026).
Menurutnya kawasan ini secara jelas mencerminkan karakter religiusnya. Itu ditandai dengan kedekatan masjid dengan tempat-tempat ibadah lainnya, termasuk Kuil Sian Pho, serta rencana pembangunan gereja Katolik baru di dekatnya.
Masjid Al Ikhlas, yang dirancang oleh tim Agung Sedayu, menonjol dengan desainnya yang unik dan berbeda, membedakannya dari struktur lainnya. Pendekatan ini telah berhasil menarik minat publik yang signifikan.
“Agung Sedayu itu kan selalu membangun sesuatu yang kira-kira tidak umum, harus spesifik, yang eye-catching-nya sudah jelas. Orang akan pengin lihat dan tahu. Kadang kita kedatangan rombongan naik bus, kita tanya dari mana tahunya? Ternyata dari Instagram,” kata Tutuko.
Selain bentuk bangunannya yang memanjakan mata, fasilitas di dalam Masjid Al Ikhlas juga tidak main-main. Pihak pengelola memastikan pelayanan umat diberikan secara maksimal, termasuk dalam hal tata suara (sound system). Tutuko menjamin suara di dalam area utama masjid sangat jernih, tidak berdengung, sehingga jamaah bisa beribadah dengan khusyuk.
Namun, ada satu fasilitas unik yang kerap membuat pengunjung kebingungan, yakni desain toiletnya.
“Di kita mungkin toiletnya agak berbeda. Apa bedanya? Flush-nya (tombol penyiram) ada di bawah. Awalannya banyak orang yang lupa dan bingung flush-nya di mana, tahu-tahu tombolnya di bawah,” kata Tutuko.
Masjid Al Ikhlas PIK yang diresmikan pada 15 Januari 2026 oleh Menteri Agama RI, Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, merupakan jawaban atas penantian panjang umat muslim di kawasan tersebut.
Tutuko mengenang, pada masa-masa awal kawasan PIK dikembangkan, umat muslim harus menempuh jarak yang cukup jauh ke PLTU Muara Karang hanya untuk menunaikan salat jumat. Seiring berjalannya waktu, ibadah mulai difasilitasi di beberapa titik seperti Masjid Al Hikmah di Taman Wisata Alam (TWA), hingga menggunakan beberapa gedung milik Agung Sedayu.
Kini, Masjid Al Ikhlas berdiri mandiri dan dikelola secara independen oleh DKM beserta dewan penyantun, termasuk bekerja sama dengan Perhimpunan Islam Tionghoa Indonesia (PITI).
Masjid ini juga aktif menghidupkan kegiatan keagamaan, tidak hanya salat fardu, tetapi juga kajian rutin pada pekan pertama dan ketiga, serta ‘Klinik Qur’an’ setiap hari Minggu sore.
