Melihat “Masjid Pintar” di Bali

MTN, Jakarta – Di Bali ada masjid yang memiliki jargon sebagai “smart masjid”. Seperti apa?
Dilansir dari Inilah.com, ‘masjid pintar’ tersebut bernama Masjid Pantai Bali, yang berlokasi di desa Cupel, kecamatan Negara, kabupaten Jembrana, Bali.
Masjid Pantai Bali hadir sebagai pusat edukasi, destinasi wisata religi, sekaligus motor transformasi sosial ekonomi masyarakat pesisir.
Mengusung visi sebagai “Smart Masjid”, Masjid Pantai Bali tumbuh sebagai ikon harmoni antara spiritualitas, budaya, arsitektur, dan pembangunan berkelanjutan.
Kehadiran Masjid Pantai Bali mendapat dukungan luas dari berbagai tokoh nasional dan internasional.
Nama-nama besar seperti Jusuf Kalla, Fadli Zon, (Alm) Kyai Muhammad Jazir, Shamsi Ali, Mamah Dedeh, Adhyaksa Dault, Adiwarman Karim, Sandiaga Uno, Bachtiar Natsir, Habiburrahman El Shirazy, Omar Mitha, hingga Derry Sulaiman tercatat memberi dukungan.
Salah satu keunggulan paling menonjol adalah fasilitas manasik haji terlengkap di Pulau Surga julukan lain dari Bali itu.
Masjid Pantai Bali menghadirkan replika Kabah, Hijr Ismail, Maqom Ibrahim, replika bangunan Masjidil Haram, Jamarat, serta area Sai (Shofa dan Marwa).
Fasilitas tersebut menjadikan masjid sebagai pusat edukasi ibadah haji dan umrah terpadu yang representatif dan bernilai spiritual tinggi.
Umat tidak hanya belajar teori, tetapi merasakan pengalaman visual dan praktik yang mendekati suasana aslinya.
Masjid Pantai Bali dibangun melalui pendekatan Penthahelix, model kolaborasi lintas sektor yang melibatkan akademisi, pemerintah, dunia usaha, lembaga, komunitas, dan media.
Dari unsur akademisi, terlibat alumni ITB, UI, UGM, IPB, ITERA, Trisakti, Stiami, dan perguruan tinggi lainnya.
Dari unsur pemerintah, dukungan datang dari Kementerian Pariwisata, Kementerian Kebudayaan, BPKH, Kementerian Ekraf, Pemerintah Kabupaten Jembrana, hingga Balai Pantai PUPR Provinsi Bali.
Dunia usaha turut ambil bagian, di antaranya Bank Indonesia, Bank Syariah Indonesia, BTN, PLN, serta PT Paragon (Wardah).
Dukungan kelembagaan juga mengalir dari Pimpinan Pusat DMI, DMI dan MUI Provinsi Bali, Yayasan Masjid Pantai Nusantara, Wakaf Salman ITB, DT Peduli, serta DKM Masjid Pantai.
Media massa seperti Radio Rasil, Minanews, Republika, Diskominfo Jembrana, Mudanews, Mozaik Islam Inilah, dan lainnya turut memperkuat publikasi dan literasi publik.
Secara visual, masjid tersebut tampil menawan dengan kubah hijau yang terinspirasi dari Masjid Nabawi di Madinah. Warna hijau dipilih sebagai simbol kesucian, keberkahan, kedamaian, dan harmonisasi.
Arsitekturnya tidak hanya indah dipandang, tetapi sarat makna spiritual yang memperkuat identitasnya sebagai ikon religi di kawasan pesisir.
Kawasan Masjid Pantai Bali memiliki dua masjid yang merepresentasikan dua fase sejarah.
Pertama, masjid lama yang dibangun pada 1961. Kedua, masjid baru yang mengusung konsep Smart Masjid dengan misi 5E: Edukasi, Ekonomi, Ekologi, Empati, dan Entertain. Masjid ini menjadi simbol transformasi dan moderasi Islam kontemporer.
Keduanya menghadirkan narasi kuat tentang perjalanan sosial dan spiritual masyarakat muslim pesisir Bali. Ada kesinambungan antara sejarah dan masa depan.
Masjid Pantai Bali juga tumbuh sebagai pusat ekonomi baru berbasis wisata religi. Beragam kegiatan digelar dengan memadukan aktivitas darat, laut, dan udara.
Di daratan, digelar pengajian, penguatan UMKM, pawai nelayan, hingga pentas seni budaya.
Di lautan, hadir lomba balap perahu layar (jukung), balap dayung sampan (omplok), serta lomba memancing. Bahkan teknologi drone dimanfaatkan untuk memperkuat daya tarik visual dan promosi.
Dampaknya nyata. UMKM lokal tumbuh, kafe bermunculan, serta hotel dan penginapan mulai berkembang di sekitar kawasan.
Masjid Pantai Bali kini menjelma menjadi pusat gravitasi spiritual sekaligus ekonomi. Ia mengintegrasikan ibadah, edukasi, pariwisata, dan seni budaya dalam satu ekosistem yang memberi manfaat luas bagi masyarakat.
Di tengah lanskap pantai Bali yang mendunia, masjid ini menegaskan bahwa Islam hadir dengan wajah rahmah, kolaboratif, dan membangun perekonomian serta budaya lokal setempat.
