Inilah Destinasi Ramah Muslim Favorit Turis Indonesia versi ASTINDO
MTN, Jakarta – Pihak ASTINDO (Asosiasi Travel Agent Indonesia) memberi tahu destinasi ramah muslim yang jadi favorit turis Indonesia. Apa saja?
Dilansir dari El Haramain News, Ketua Umum Asosiasi Travel Agent Indonesia (ASTINDO) Pauline Suharno menyebut Korea, Jepang, Taiwan, dan Hong Kong masih menjadi destinasi ramah Muslim favorit wisatawan Indonesia.
Hal itu disampaikan Pauline seusai pembukaan ASTINDO Muslim Friendly Travel Fair 2026 di Mal Kota Kasablanka, Jakarta, Jumat (16/10/2026), sebagaimana dilaporkan Kompas.com. Menurut dia, selama ini muncul anggapan bahwa wisatawan Muslim hanya bisa ke destinasi berpenduduk mayoritas Muslim.
“Ternyata enggak, karena destinasi non-Muslim pun sudah ready dengan fasilitas ramah Muslim,” ujar Pauline Suharno.
Keempat negara di Asia tersebut, kata Pauline, menawarkan fasilitas ramah Muslim seperti makanan bersertifikat halal hingga ruang ibadah untuk salat. Wisatawan ingin menyelami pengalaman lokal, kuliner lokal, dan budaya setempat tanpa perlu khawatir mencari makanan halal yang menjadi prioritas utama mereka. “Kita tidak bisa sekadar berkata, ‘oh, ini bukan daging babi, silakan dimakan saja’. Bukan begitu caranya. Kita harus memastikan mereka mendapatkan hidangan yang tepat selama perjalanan mereka,” tambahnya.
Latar pasarnya cukup besar. Merujuk Mastercard-CrescentRating Global Muslim Travel Index 2026 sebagaimana dikutip Kompas.com, jumlah wisatawan Muslim internasional mencapai sekitar 196 juta pada 2025, naik 11,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dan diproyeksikan menyentuh 262 juta pada 2030. Dalam indeks yang sama, Indonesia menempati peringkat kedua, diikuti Turkiye dan Arab Saudi.
Untuk mencari tempat makan halal, wisatawan Muslim biasanya mengandalkan aplikasi, blog, serta rekomendasi dari masjid setempat. Pauline menambahkan bahwa wisata halal juga sangat dipengaruhi tren media sosial dan harga tiket pesawat.
Hingga berita ini disusun, daftar empat destinasi tersebut merupakan penyebutan narasumber, bukan hasil audit status halal tiap restoran atau fasilitas. Karena itu, pelancong tetap perlu memeriksa label dan sertifikat halal di lokasi, sebagaimana diingatkan dalam artikel paket wisata ramah Muslim bukan sekadar label halal dan ulasan wisata halal di China hingga sudut halal Makau.
Bagi jemaah dan calon jemaah yang ingin memadukan ibadah dengan perjalanan, kebutuhan makanan halal dan tempat salat tetap menjadi hal pertama yang perlu ditanyakan kepada penyelenggara. Informasi program perjalanan ibadah yang dipadukan dengan kunjungan ke Turki dapat dilihat di halaman umroh plus Turki.

