Menparekraf Dukung Pengembangan Wisata Halal di Bangkalan

Sandiaga Uno (foto: Antara News)

MTN, Jakarta – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Sandiaga Salahuddin Uno, menyatakan dukungannya untuk pengembangan kawasan wisata halal di Bangkalan, Jawa Timur.

Dilansir dari CNN Indonesia, dukungan ini merupakan salah satu upaya untuk membangkitkan ekonomi dan membuka peluang usaha pascapandemi.

Sandiaga menyebutkan bahwa Bangkalan sendiri sudah punya modal infrastruktur pendukung wisata halal secara holistik. Dia mencontohkan salah satunya yakni nanti akan dibangun Islamic Science Park.

“Saya juga mengucapkan terimakasih kepada UTM yang telah menggelar diskusi tentang pariwisata halal yang akan dikembangkan di Bangkalan. Kami yakin pariwisata halal ini akan membangkitkan ekonomi di Madura Raya, dan membuka peluang usaha di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif,” ujar Sandiaga saat berdiskusi dengan civitas akademika dan pelaku parekraf di Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Bangkalan, Jawa Timur, awal bulan ini (1/4).

Menparekraf juga menjelaskan bahwa wisata halal juga telah menarik devisa dari moslem traveler dengan optimal.

Data State of The Global Islamic Economy Report 2019 menyebutkan, jumlah pengeluaran wisatawan muslim dunia mencapai US$200,3 miliar atau sebesar 12 persen dari total pengeluaran wisatawan global yang mencapai US$1,66 triliun.

“Dengan demikian, Indonesia berada di urutan kelima dari ‘Top 5 Negara Muslim Traveler’ dengan pengeluaran terbesar setelah Saudi Arabia, UAE, Qatar, dan Kuwait,” pungkas Sandiaga.

Sambut Ramadhan, Objek Wisata Populer di Pasuruan Gelar Bazaar

Ngopibareng Pintu Langit (foto: Travels Promo)

MTN, Jakarta – Menyambut Ramadhan 2022, objek wisata populer di Pasuruan, Ngopibareng Pintulangit, menggelar bazar. Seperti apa?

Dilansir dari TribunNews, memasuki bulan Ramadhan 2022, lokasi wisata Ngopibareng PintuLangit di Ledug, Prigen, Pasuruan, Jawa-Timur, akan menggelar ‘Pesta Rakyat’.

Ini adalah sebuah festival dan bazaar Ramadhan yang rutin diselenggarakan di tengah gunung setiap harinya selama bulan suci tersebut.

“Ramadhan adalah momentum untuk mendekatkan diri dengan keluarga dan kerabat, dan itu bisa dilakukan di festival Ramadhan di PintuLangit kali ini,” kata Farid Irmawan, Manager Ngopibareng Pintulangit.

Ada beragam kegiatan, diantaranya adalah ngabuburit menikmati sunset di area Pintulangit diiringi live music religi.

Ada banyak bazaar makanan UMKM, area permainan anak, area piknik yang luas hingga spot foto cantik dengan dekorasi unik khusus bulan Ramadhan.

Ngabuburit sangat nikmat karena area wisata halal ini berada di perbukitan Prigen dengan ketinggian 800 meter di atas permukaan laut.

“Menjelang buka puasa, sambil menikmati sunset dan menunggu adzan magrib. Suasana yang tentu sangat ditunggu bagi umat muslim. Setelah berbuka, para pengunjung dapat melanjutkan ibadah tarawih dengan nyaman di dalam area wisata” kata Farid.

“Tujuan kegiatan ini untuk menjadikan area Pintulangit sebagai tempat yang nyaman dalam mendekatkan diri pada Allah dengan cara mengadakan kegiatan yang positif selama bulan Ramadhan,” ujar Farid.

Selama Festival Ramadhan ‘Pesta Rakyat’, tersedia bazaar food truck, bursa baju import, Pameran lukisan dan Parade musik religi di area Ngopibareng Pintulangit

Kegiatan selama Ramadhan di Pintulangit akan dimulai pukul 15.00-15.30 dengan tadarus Al Qur’an, kemudian 15.30-17.30 live music religi dan Ngabuburit, lantas pukul 17.30-18.15 buka puasa dan salat magrib berjamaah.

Selain itu pada pukul 18.15-18.45 ada tausiyah, kemudian pukul 18.45-19.45 salat isyak berjamaah dan tarawih, kemudian pada pukul 19.45-22.00 akan ditutup dengan musik religi.

Kota Gresik Diajak untuk Kembangkan Potensi dan Wisata Halal

Arumi Bachsin Emil Elestianto Dardak (foto: nawacita.co)

MTN, Jakarta – Mengikuti perkembangan di industri pariwisata saat ini, Gresik turut diajak untuk kembangkan potensi wisata halal di kota mereka. Seperti apa?

Dilansir dari Kominfo Jatim, Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Jawa Timur, Arumi Bachsin Emil Elestianto Dardak, mengimbau Bupati dan Dekranasda Kab. Gresik untuk bisa mengembangkan wisata halal. Mengingat Indonesia, termasuk Kab. Gresik memiliki penduduk yang mayoritas muslim.

Arumi Bachsin Emil Elestianto Dardak mengatakan hal tersebut ketika menghadiri Pelantikan Pengurus Dekranasda Kabupaten Gresik Masa Bhakti 2021-2024 di Kantor Pemkab Gresik, awal pekan lalu (15/12).

Pelantikan tersebut dilakukan oleh Bupati Gresik H. Fandi Akhmad Yani berdasarkan Keputusan Dekranasda Jatim No. 35/Dekran.Jatim/SK/XII/2021. Dalam hal ini, Nurul Haromaini Ali Akhmad Yani menjadi Ketua Dekranasda Kab. Gresik.

Dalam sambutannya, Arumi Bachsin panggilan akrab Ketua Dekranasda Jatim itu mengatakan, Kabupaten Gresik memiliki potensi kerajinan dan UMKM yang luar biasa. Salah satunya ada kerajinan kain tenun dari Kab. Gresik yang bisa dikembangkan, meskipun dari segi popularitasnya masih berbeda-beda.

Melihat potensi tersebut, Arumi mengajak, Dekranasda Kab. Gresik bersama stakeholder bisa lebih mengembangkan lagi. Yang terpenting bisa dikerjakan dengan hati dan semangat dalam mengembangkannya.

Potensi Kabupaten Gresik ini sangat luar biasa. Ini perlu dikembangkan lebih lagi. Kondisi pandemi yang sudah mulai melandai, dapat dimanfaatkan Dekranasda Kab. Gresik untuk mengembangkan potensi dengan tetap menerapkan kedisiplinan terhadap protokol kesehatan (prokes). Harapannya bisa dimulai dari Kabupaten Gresik, jelas Arumi.

Kawasan Pesisir Lamongan Disiapkan jadi Kawasan Wisata Halal

foto: Eko Sujarwo (Detik.com)

MTN, Jakarta – Gubernur Jawa-Timur, Khofifah Indar Parawansa, kini tengah menyiapkan kawasan pesisir Lamongan untuk jadi kawasan wisata halal. Seperti apa?

Dilansir dari SindoNews, Khofifah Indar Parawansa tengah menyiapkan kawasan pesisir utara Lamongan untuk jadi desa-desa wisata halal .

“Bila 8.501 desa/kelurahan di Jatim separuhnya punya desa wisata halal, pasti ada penyerapan tenaga kerja. Selain itu, adanya BUMDesa juga dapat membantu pengelolaan ekonomi desa, sehingga (bisa) meningkatkan perekonomian masyarakat,” ujar Khofifah di acara Yuk Ke Laut! di Pantai Pengkolan, Desa Kandang Semangkong, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, akhir pekan lalu (12/12).

Tidak hanya itu, lanjut Khofifah, hilirisasi dari sektor perikanan juga merupakan hal penting, yakni dengan cara memaksimalkan industri olahan ikan. Apalagi permintaan pasar di luar negeri sangat tinggi. Hal ini tentunya dapat meningkatkan nilai tambah secara ekonomi bagi para nelayan.

“Kami juga telah menggelar sejumlah program untuk peningkatan produksi perikanan. Yakni melakukan revitalisasi pelabuhan perikanan, pemulihan sumberdaya ikan melalui underwater restocking, bantuan hibah alat penangkapan ikan hingga penguatan produksi budidaya laut,” terang Khofifah.

Di sisi lain, Khofifah menjelaskan bahwa wilayah pesisir dan laut memiliki arti yang strategis dan penting. Dimana ekosistem pesisir berperan sangat besar untuk menjaga kelestarian ekosistem laut dan sekaligus menjaga sumber daya alam yang ada di dalamnya.

“Keberlanjutan ekosistem pesisir bergantung pada pengelolaan yang dilakukan secara baik oleh seluruh elemen masyarakat,” pungkasnya.

Tangkap Peluang Wisata Halal Global, Jawa Timur Ingin Menjadi Sentra Produk Halal Indonesia

MTN, Jakarta – Pemerintah provinsi Jawa Timur mengupayakan agar wilayahnya bisa jadi pusat produk halal Indonesia. Seperti apa?

Dilansir dari Surya, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, bersama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) terus bekerja keras untuk mengembangkan potensi industri halal di Jatim. Bahkan, ada tekad baru untuk menjadikan Jawa Timur sebagai sentra produk halal Indonesia.

Pekan lalu (26/5/2021) dilakukan penandatanganan nota kesepahaman terkait pemberdayaan ekonomi dan pengembangan halal value chain Jawa Timur di Situbondo.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Timur Difi Johansyah, KH Hasan Mutawakkil Alallah, Bank Jatim, dan sejumlah jajaran terkait.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah menegaskan, bahwa potensi pengembangan industri halal pengembangan produk makanan dan minuman halal dunia sangat besar. Sehingga Indonesia, khususnya Jawa Timur harus memanfaatkan potensi atau peluang tersebut untuk bisa meningkatkan ekonomi masyarakat Jatim.

“Halal memang sudah menjadi gaya hidup masyarakat global. Jadi tolong diartikan lebih luas bahwa peluang industri hal ini juga sudah semakin meluas. Itu kenapa kita sekarang menggalakkan adanya ekonomi syariah, bahwa ada banyak hal yang kita harus gerak untuk ikut berpartisipasi dalam perkembangan global,” kata Khofifah.

Ia mencontohkan, bahwa Korea sudah cukup lama mencanangkan untuk menjadi pusat wisata halal dunia. Begitu pula juga dengan negara Thailand yang sudah mencanangkan dirinya sebagai pusat dapur halal dunia.

Artinya, tagline tersebut juga dibuat untuk menarik wisatawan untuk datang dan berkunjung tanpa khawatir karena wisata halal dan makanan halal sudah banyak tersedia di negara-negara tersebut.

“Yang ingin saya sampaikan bahwa tidak ada kaitannya produk halal dengan mayoritas agama di negara tersebut, karena lihat saja bawa Thailand tagline-nya adalah menjadi Dapur Halal Dunia,” tambahnya.

Lebih jauh Gubernur Khofifah juga menyampaikan, bahwa prediksi omzet wisata pada lima tahun mendatang mencapai U$D300 miliar. Jika 10 persennya saja Jawa Timur atau Indonesia ikut ambil peran, maka peluang yang bisa ditangkap nilainya sudah mencapai US$30 miliar.

Oleh sebab itu, mulai saat ini menurut Khofifah sudah selayaknya diinisiasi pengembangan industri halal di Jawa Timur termasuk sektor UKM di Jawa Timur juga harus sudah mampu untuk menyediakan kebutuhan pasar akan produk produk halal, di mana nanti pemerintah akan memfasilitasi terkait izin dan juga sertifikasi halalnya.

“Oleh sebab itu, IKM UKM di Jatim ayo bersama-sama menjadikan Jatim untik menjadi sentra produk halal Indonesia,” tegasnya.

Apa yang dilakukan Pemprov Jatim hari ini turut didukung oleh Nur Shodiq Ketua Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat MUI Jatim. Ia mengatakan bahwa pihaknya siap mendukung program ini. Bahkan MUI juga akan langsung mengawal untuk sertifikasi halal pada produk-produk UKM IKM Jawa Timur khususnya bidang kuliner.

“Kita akan fokus untuk UKM dan IKM untuk mengarahkan agar mereka mengurus sertifikasi halal. Dan yang kedua kepada industri terutama yang terkait dengan kuliner maka akan kita coba untuk kita aja bicara tentang bagaimana mereka ini memenuhi ketentuan, karena prospeknya kita ingin Jawa Timur nanti menjadi sentra produk halal dari Indonesia,” tegasnya.

Dari Pemprov ada juga ada layanan yang membantu pengurusan seritfikasi halal. Dan juga akan diberikan pendampingan bagi yang belum lolos mendapatkan sertifikasi halal.

Sejarah Objek Wisata Halal, Pemandian Alam Banyubiru

Pemandian Banyu Biru (foto: travelingyuk.com)

MTN, Jakarta – Objek wisata terkenal di Sumber Rejo, Winongan, Pasuruan, yakni Banyubiru, akan segera dijadikan tempat wisata halal. Seperti apa sejarahnya?

Dilansir dari Radarbromo, Pemkab Pasuruan berencana untuk menyulap pemandian Banyubiru dengan konsep wisata halal. Salah satunya, akan ada pemisahan yang jelas antara pengunjung laki-laki dan perempuan. Selain itu, ada penambahan fasilitas outbound dan perbaikan lapangan tenis.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Pasuruan Eka Wara Brehaspati mengatakan, belum bisa memastikan bagaimana konsep wisata halal di Banyubiru itu. Ada konsultan yang tengah mengerjakannya. Saat ini, desainnya tengah disiapkan.

“Kami belum bisa berbicara itu. Konsultan sedang menyiapkan konsepnya. Nanti setelah selesai baru akan ditunjukkan dan didiskusikan di internal pemkab,” katanya.

Disparbud, lanjut Eka Wara, menunggu hasil kerja konsultan untuk penataan Banyubiru. Yang pasti, konsepnya tetap memegang teguh kearifan lokal, nilai-nilai daerah santri, dan sebagainya. “Penyekatan tempat mandi perempuan dan laki laki itu nanti ada. Tapi, itu bukan berarti melarang,” tandasnya.

Disparbud juga belum menyediakan anggaran atau mengajukan dana bantuan ke pemerintah pusat. Sebab, kebutuhan anggaran bergantung pada konsep yang disusun konsultan. ”Kebutuhan itu akan dihitung, misalnya berapa untuk pembangunan fisik,” jelasnya.

Sekilas, tambah Eka Wara, konsep wisata halal juga mengusung tiga tema besar. Yakni, maslahat, sejahtera, dan berdaya saing. Yang pasti, wisata Banyubiru dengan konsep yang baru itu ditata lebih baik. Tidak melanggar syariat agama dan melanggar tradisi lokal. Kapan Banyubiru dibuka lagi? “Bisa tahun ini, bisa tahun depan,” katanya.

Sejak dulu, kolam air di Desa Banyubiru, Kecamatan Winongan, itu sangat populer bagi warga Kabupaten Pasuruan. Keindahannya terkenal. Kejernihan airnya juga luar biasa. Dengan ikan-ikan tombro di dalamnya.

Saat ini, Banyubiru dikenal sebagai pemandian alam untuk umum. Tempat wisata itu dikelola sebagai penghasil pendapatan asli daerah (PAD).

Sejarah Pemandian Banyubiru

Pemandian Banyubiru lekat dengan sejarah Pasuruan, terutama keterkaitan dengan zaman kerajaan. Subandi, juru kunci Banyubiru, bercerita sejarah Banyubiru dimulai sejak Kerajaan Majapahit runtuh pada pada abad ke-XV. Banyak sisa-sisa petinggi kerajaan yang mencari tempat untuk menghindari terjadinya perang.

”Ada dua prajurit yang ditugasi mencari tempat di selatan Pasuruan. Akhirnya nemu di Tengger,” kata pria yang berumur 61 tahun itu.

Kemudian rombongan bergerak dengan berjalan kaki. Ada beberapa tempat istirahat yang disinggahi. “Pertama di Wendit, Malang. Selanjutnya Singosari, dan terakhir Banyubiru,” katanya.

Banyubiru waktu itu adalah hutan belantara. Pemandian adalah sungai yang lusuh. Rombongan berhenti di lokasi ini sangat lama dibandingkan dengan dua tempat peristirahatan sebelumnya.

Sungai itu dibagi menjadi dua bagian. Pertama, pemandian raja dan pemandian prajurit. Sedangkan pemandian putri berjarak 500 meter dari lokasi sebelumnya.

Pada masa Belanda, Bupati Pasuruan yang bernama Raden Adipati Nitiningrat mengetahui adanya sumber yang bersih itu. Dalam perjalanan ke lokasi, bupati bertemu dengan pembesar Belanda, PW Hoplan. Bersamalah mereka ke sana. Belanda takjub dengan jernihnya air pemandian Banyubiru. Kemudian dibuatlah pemandian di lokasi. “Dibangun pemandian umum. Sampai dibuat lomba polo air, renang, dan sebagainya,” jelasnya.

Tetapi, setelah kedatangan Jepang, semuanya dirusak. Bahkan, kera-kera yang ada di lokasi ditembaki. Beberapa arca di lokasi juga dirusak. Kini hanya tinggal beberapa. Di antaranya, dua volkaring dari Pemda Kabupaten Pasuruan dengan bahasa Belanda bertahun 1921. Lalu, satu prasasti bahasa dan huruf Jawa tahun 1847. Kemudian, sebuah Patung Betara Siwa dengan membawa senjata trisula. Ada lagi satu patung Ganesha dan satu patung dua ekor naga berbelit.

Masjid Unik di Kota Blitar ini Mirip Masjid Nabawi

MTN, Jakarta – Sebuah masjid unik di kota Bllitar bentuknya mirip Masjid Nabawi, di Madinah, Arab Saudi. Seperti apa?

Dilansir dari Detik, masjid unik tersebut bernama Ar Rahman dan berlokasi di kota Blitar, Jawa-Timur.

Masjid Ar Rahman dibangun di atas lahan seluas hampir 5.000 meter persegi, masjid ini merupakan obsesi Abah Hariyanto seorang pengusaha ternama di kota Blitar. Dari pengalaman spiritual yang sangat mendalam ketika naik haji pertama kali di Masjid Nabawi, membuat Abah Hariyanto ingin setiap saat bisa merasakan berada di suasana khusyuk ketika beribadah.

Ketua Takmir Masjid Ar Rahman, H. Moch Fuad Saiful Anam, menceritakan, keinginan Abah membangun miniatur Masjid Nabawi di Blitar ada sejak tahun 2018. Peletakan batu pertama pembangunan masjid di Jalan Ciliwung ini pada 24 Desember 2018, dan selesai pada 25 Desember 2019.

Masjid unik ini dirancang oleh seorang arsitek asal kota Malang. Sebanyak 10 tiang penyangga payung berdiri berjajar dengan megah. Bentuk payung ini sama seperti yang tampak di bagian luar Masjid Nabawi. Ornamen tembaga dengan warna emas melilit di bagian atas tiang juga dihiasi lampu indah dengan bentuk serupa di Madinah.

Ciri khas kontemporer klasik Utsmaniyah Mamluk langsung bisa dilihat dari bentuk pilar melengkung dengan motif hitam putih. Desain pilar seperti ini ada di semua bagian masjid Ar Rahman, Blitar.

Sebanyak 11 buah pintu masuk setinggi tiga meter dengan lebar dua meter terlihat megah menyambut datangnya para jemaah. Pintu kayu jati ini dilapisi tembaga berukir dengan motif kaligrafi yang indah.

“Semua bahannya lokal. Kayu, granit, keramik dan porselen serta batu andesit yang menempel di bagian dalam masjid kami datangkan dari Tulungagung,” jelas H. Moch Fuad Saiful Anam.

Sedangkan semua interior berbahan tembaga bercat emas, lanjutnya, dikerjakan seorang perajin tembaga dari Boyolali, Jawa Tengah. Semua motif dan kaligrafi yang tercetak di tembaga itu dibuat sama persis dengan interior di Masjid Nabawi.

“Untuk Mihrab atau tempat untuk imam, didesain seperti kita berhadapan langsung dengan Ka’bah. Desain dinding Ka’bah seperti itu, kaligrafi di sekitar Ka’bah juga seperti itu. Dan kiswah yang pasang di bagian pintu masuk Ka’bah itu, kiswah asli yang pernah dipakai menutup Ka’bah tahun 2016,” ungkap H. Moch Fuad Saiful Anam.

Kiswah ini dari kain sutra. Disulam menggunakan benang emas. Ketika detikcom meraba bagian sulam, ternyata tidak lembut seperti benang. Namun tektur kasar, seperti kawat yang dilapisi emas.

Abah Hariyanto selaku pendiri Masjid Ar Rahman juga mendatangkan karpet sajadah untuk sembahyang, langsung dari Turki. Namun karena saat ini pandemi Corona, karpet yang biasanya terpasang untuk sementara digulung. Agar para jamaah membawa sendiri sajadahnya masing-masing dari rumah.

“Bahkan untuk pengharum ruangan, juga diimpor langsung dari Madinah. Jadi saat di Masjid Nabawi, ketika marbotnya menyemprotkan parfum ruangan itu kami dekati. Kami tanya mereknya apa, belinya dimana. Jadi sekarang kami punya link untuk mengimpor langsung pengharum ruangan ini dari Madinah,” ujar Fuad.

Masjid dengan kapasitas sekitar 1.000 jemaah ini didatangi jemaah setiap hari, meski saat ini sedang pandemi Corona.

Masjid Ar Rahman Mayangkara Group berlokasi di jalan Ciliwung No.2, Bendo, kecamatan Kepanjenkidul, kota Blitar, Jawa Timur, 66116.

Tonton video liputan Masjid Ar Rahman, Blitar, melalui saluran YouTube Madu TV di bawah ini.