Masjid-masjid Inggris Tawarkan Tur Virtual Selama Pandemi Covid-19

MTN, Jakarta – Selama lockdown pandemi Covid-19, masjid-masjid di Inggris tawarkan tur virtual. Seperti apa?

Dilansir dari Detik, masjid-masjid di Inggris pada masa pandemi Corona ini menawarkan tur virtual selama lockdown Covid-19, melalui inisiasi Visit My Mosque.

Visit My Mosque day adalah inisiasi nasional yang difasilitasi oleh Muslim Council of Britain (MCB), mendorong masjid-masjid di seluruh Inggris untuk mengadakan hari-hari terbuka masjid untuk umum.

Muslim di Inggris rutin menggelar Visit My Mosque Day selama lima tahun terakhir. Tapi, tahun ini acara tersebut dilaksanakan secara virtual karena adanya lockdown.

“Jika biasanya orang-orang mengunjungi masjid, tahun ini masjid yang mengunjungi mereka (secara virtual). Kemudian, ada juga aksi membagikan masakan, makanan panas, APD, dan banyak lagi,” ujar Sekretaris Jenderal dari Muslim Council of Britain, Harun Khan.

Khan menjelaskan kalau tur virtual masjid menjadi hal yang penting selama lockdown pandemi virus Corona.

“Peran komunitas yang paling penting adalah untuk mendukung kelompok masyarakat yang paling rentan selama tiga bulan ini, akibat lockdown virus Corona,” sambung dia.

Program tur virtual tersebut rencananya acara ini berlangsung pada akhir pekan selama 60 sampai 90 menit.

Acara serupa telah dilakukan sejak tahun 2015 dan diikuti oleh 20 masjid di Inggris. Sejauh ini tercatat lebih dari 250 masjid telah ikut serta, mulai tahun lalu.

Ingin mencoba tur virtual ke masjid-masjid di Inggris? Klik ke tautan berikut ini.

Haji 2020 Batal, 350 Agen Perjalanan Lokal Kena Dampaknya

ilustrasi (foto: al-monitor.com)

MTN, Jakarta – Pemerintah baru saja resmi membatalkan kegiatan Haji 2020. Pembatalan itu mengakibatkan 350 agen perjalanan lokal terkena dampaknya.

Dilansir dari Kompas, Ketua Dewan Pembina di Forum Silaturahmi Asosiasi Travel Haji dan Umrah (Sathu), Fuad H Mansyur, mengatakan sekira 350 unit agen travel haji dan umrah terkena dampak pembatalan pemberangkatan jamaah haji 2020.

“Ada sekitar 350 travel haji dan umrah yang terdampak. Travel-travel ini biasanya memberangkatkan haji khusus, sementara untuk haji reguler diberangkatkan oleh pemerintah,” ujar Fuad di keterangan resminya, Rabu (3/6/2020).

Dia menambahkan nilai perputaran uang pada haji khusus tersebut berkisar 200 hingga 300 juta Dolar AS. Agen perjalanan wisata lokal akan mengalami kerugian akibat pembatalan pemberangkatan tersebut. Hal itu dikarenakan pihak travel haji dan umrah sudah bekerja sama dengan perusahaan yang ada di Arab Saudi untuk jangka waktu hingga 10 tahun ke depan.

“Kami memaklumi keputusan pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama. Apalagi hingga saat ini Pemerintah Arab Saudi belum mengeluarkan pernyataannya terkait pelaksanaan ibadah haji 2020,” terang Fuad.

Dia meminta pemerintah dan asosiasi travel bertemu dan membahas pembatalan pemberangkatan jamaah haji serta dampak yang ditimbulkan.

“Sebelum pemberangkatan haji dibatalkan, travel haji dan umrah juga sudah terkena dampak dari pandemi Covid-19 ini, karena sejak 27 Februari pemberangkatan umrah juga ditangguhkan,” ujar Ketua Dewan Pembina di Forum Silaturahmi Asosiasi Travel Haji dan Umrah (Sathu) tersebut.

Sebelumnya, Menteri Agama Fachrul Razi mengatakan pemerintah memutuskan tidak memberangkatkan jamaah haji pada musim haji 2020/1441 H karena pandemi Covid-19.

Pembatalan pemberangkatan jamaah haji tersebut berdasarkan Keputusan Menteri Agama Nomor 494/2020.

Sesuai dengan amanat undang-undang, selain persyaratan ekonomi dan fisik, kesehatan dan keselamatan jamaah haji harus diutamakan mulai dari embarkasi, di Tanah Suci, hingga kembali ke Tanah Air.